Malang, 14 Oktober 2025 — Inovasi pembelajaran berbasis teknologi terus dilakukan oleh guru Bahasa Inggris di SMP Al-Maahira IIBS Malang untuk menciptakan suasana belajar yang aktif, kolaboratif, dan menyenangkan. Salah satu inovasi terbaru yang diterapkan adalah penggunaan Padlet, sebuah platform digital interaktif yang memungkinkan siswa berbagi hasil tulisan mereka secara online.

Dalam kegiatan pembelajaran kali ini, guru memberikan tugas writing berupa recount text, di mana setiap siswa diminta menulis pengalaman pribadi mereka, seperti perjalanan liburan, kegiatan sekolah, atau pengalaman berkesan lainnya. Setelah menulis, siswa diminta mengunggah hasil tulisannya ke Padlet—papan virtual yang dapat diakses bersama oleh seluruh anggota kelas.

Proses ini membuat kegiatan menulis tidak lagi terasa membosankan. Melalui Padlet, siswa dapat melihat karya teman-temannya, memberikan komentar positif, dan belajar dari berbagai gaya penulisan yang berbeda. Guru Bahasa Inggris, Ima Dwi Lailatul Firda, yang kerap dipanggil Ustadzah Ima mengatakan bahwa metode ini membantu siswa lebih percaya diri dalam menulis serta menumbuhkan rasa apresiasi terhadap karya orang lain.

“Padlet memberi ruang bagi siswa untuk mengekspresikan diri dan belajar secara kolaboratif. Mereka jadi tidak hanya fokus pada nilai, tetapi juga menikmati proses menulis dan berbagi,” jelas Ima Dwi Lailatul Firda saat ditemui di ruang kelas.

Kegiatan ini juga melatih kemampuan berpikir kritis dan komunikasi siswa. Melalui kolom komentar di Padlet, siswa dapat memberikan tanggapan konstruktif, seperti koreksi tata bahasa, penggunaan kosa kata, atau struktur teks yang lebih baik. Dengan demikian, siswa tidak hanya berperan sebagai penulis, tetapi juga sebagai pembaca dan penilai yang aktif.

Salah satu siswa dari kelas 8G SMP Al-Maahira IIBS Malang, Annabel Sabrina Akeila Baidhowie, mengaku senang mengikuti pembelajaran menggunakan Padlet.

“Awalnya saya agak gugup karena tulisan saya dibaca teman-teman, tapi ternyata seru! Kami saling memberi masukan dan memuji karya satu sama lain. Rasanya seperti belajar sekaligus bermain,” ungkapnya.

Guru berharap penerapan media digital seperti Padlet dapat menumbuhkan semangat literasi digital di kalangan siswa. Selain meningkatkan kemampuan menulis bahasa Inggris, kegiatan ini juga menanamkan nilai-nilai kolaborasi, kreativitas, dan tanggung jawab dalam penggunaan teknologi.

“Di era digital seperti sekarang, siswa perlu dibiasakan menggunakan teknologi bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga untuk belajar dan berkarya,” tambah Ima Dwi Lailatul Firda.

Dengan semangat kolaboratif yang terbangun melalui Padlet, kegiatan writing di kelas Bahasa Inggris tidak lagi hanya sekadar tugas akademik, tetapi juga menjadi wadah berbagi inspirasi dan memperkuat rasa kebersamaan di antara siswa. Ke depannya, guru berencana untuk memperluas penggunaan Padlet pada jenis teks lainnya, seperti descriptive, narrative, dan procedure text, agar siswa semakin terbiasa menulis dalam berbagai konteks.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran dapat membawa dampak positif, membuat proses belajar lebih interaktif, dan membantu siswa mengembangkan keterampilan abad ke-21, terutama dalam bidang komunikasi, kolaborasi, kreativitas, dan literasi digital.

untuk video lengkap cara penggunaan padlet bisa cek di link berikut 
https://www.instagram.com/reel/DPxYls9E6Rr/?igsh=MWZycDcwMTdia2YwNQ==